Posted by: bersemi3456 | January 2, 2008

Sejaraah kalam kudus

Berdirinya Gereja Kristen Kalam Kudus merupakan hasil misi yang dilaksanakan oleh Zhong Guo Bu Dao Hui’ / Yayasan Penyiaran Injil (YPI) dari Shanghai, RRT. Yayasan Penginjilan ini dipimpin oleh Pendeta Andrew Gih. Misi pelayanan YPI adalah mengadakan pengabaran Injil dan KKR, juga mendirikan panti panti asuhan yatim piatu akibat perang saudara yang melanda Tiongkok waktu itu.

Setelah negara RRT berdiri tahun 1949, YPI pindah ladang pelayanan di luar daratan Tiongkok yaitu Indonesia, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Macao, Singapura, Thailand, Myanmar, Filipina dan Amerika Serikat. Di Indonesia YPI dinasionalisasikan menjadi Yayasan Penyiaran Injil (YPI) Indonesia dengan tujuan untuk merintis GKKK dan Yayasan Malseta yang bertujuan mendirikan sekolah teologi Madrasah Alkitab Asia Tenggara (MAAT) yang kemudian dirubah namanya menjadi Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) di Batu, Malang, Jawa Timur.

Pendeta Peter Wongso, yang merupakan murid pertama SAAT, atau pada saat itu disebut dengan MAAT, melanjutkan pelayanan Pendeta Andrew Gih dengan merintis gereja-gereja, yang mayoritas dihadiri oleh orang-orang Tionghoa di Indonesia karena menggunakan bahasa Tionghoa dan Indonesia dalam kebaktiannya, dan sekolah-sekolah, yang berlandaskan kepada ajaran Reform Kristiani.

klik disini

Posted by: bersemi3456 | January 1, 2008

bunyi pintu natal

Kliping koran itu sudah berwarna kuning seperti sebuah gulungan perkamen. Artikel yang sangat berharga ini sudah berumur lebih dari empat puluh tahun, ditulis oleh seorang laki-laki yang tinggal di sebuah kota kecil tempat saya dibesarkan. Artikel itu ditulis oleh SL Morgan Sr untuk buletin gereja, mengenang akan kedatangan dua orang tamu kecil: “Sebuah Natal terbaik saya ‘dinyalakan’ oleh kunjungan dua anak perempuan kecil yang menekan bell rumah, dua minggu sebelum hari Natal dan memberikan dua buah kartu natal kecil buatan mereka sendiri. Apa yang mereka lakukan sejujurnya telah menghidupkan hikmah Natal dalam hidup saya. Kejadian itu begitu membekas dengan sangat indah di dalam hidup saya.”

Saya adalah salah satu dari dua anak perempuan kecil itu.

Saya dan Claudia, sahabat saya, mulai menghitung hari-hari menjelang Natal, berharap menemukan mainan di bawah pohon cemara hias di hari Natal pagi. Kami sudah berumur delapan tahun dan semakin bijaksana. Kami tahu, Sinterklas mungkin tidak akan memberikan apa saja yang kami inginkan. Seperti orang tua kami yang selalu bekerja keras, menurut kami tahun ini Sinterklas juga menghadapi anggaran keuangan yang ketat.

Claudia menunjukkan sebuah majalah mengenai penjualan kartu natal yang bisa memenangkan sebuah sepeda yang mengkilap dan hadiah-hadiah menarik lainnya. Terinspirasi oleh kesaksian anak-anak yang sudah menjual ribuan kartu natal, kami berharap bisa mengumpulkan uang untuk membeli mainan dan hadiah Natal. Kami menghabiskan waktu sepanjang hari Sabtu, bekerja dengan krayon, gunting, lem, dan kertas-kertas berwarna untuk mendesain kartu natal dengan harapan bisa menghasilkan kekayaan yang tak ternilai.

Tetapi saat mengetahui rencana kami untuk berjualan kartu Natal, ibu melarang kami. Sebaliknya ibu meminta agar kami untuk membagikannya ke semua orang dengan gratis. (Ibu saya berasal dari wilayah selatan yang sangat sopan, pasti malu saat mengetahui rencana anaknya untuk menjajakan katu Natal buatan sendiri dari rumah ke rumah). Saya dan Claudia dengan enggan menuruti permintaan ibu.

Sepanjang sore kami membunyikan banyak bel pintu rumah, membagikan satu-persatu kartu natal ke setiap orang yang kami rasa memerlukan perhatian pada Natal ini. Kami juga menekan bel pintu rumah Pak Morgan, dan tanpa basa-basi kami memberikan kartu buatan sendiri tersebut ke orang tua dengan rambut putih. Guratan-guratan di wajah orang tua itu berubah menjadi sebuah senyum saat dia membaca tulisan kami yang tidak rapi: “Selamat Natal! Kami menyayangi anda.”

“Terima kasih anak-anak,” katanya. “Ini adalah katu Natal yang paling indah yang pernah bapak terima.”

Kami berpikir bahwa itu hanya sekedar basa-basi, karena kartu Natal yang dijual di toko dengan pita emas beserta seluruh hiasannya jauh lebih indah daripada yang kami buat. Tetapi pendapat itu lenyap saat saya membaca artikel yang ditulis oleh orang tua itu beberapa tahun kemudian dan saya baru menyadari betapa berartinya tindakan sederhana yang telah kami lakukan – ternyata bisa membangkitkan semangatnya.

Setelah kunjungan kami, Pak Morgan kemudian menulis, bahwa dia “mulai memberitahu para tetangganya, yang sedang bersungut-sungut atau bersedih, supaya ‘mendengarkan bunyi sukacita dari bel pintu rumah’ “. Dia mendesak para pembaca supaya “memenuhi kotak surat dengan ribuan kartu yang berisi ucapan pribadi.” Bertahun-tahun kemudian Pak Morgan meneruskan tradisi Nartal untuk mengirimkan ucapan ‘kasih sayang’ kepada para teman dan kenalan di seluruh dunia: “Saya yakin telah mengumpulkan banyak persahabatan yang langgeng selama bertahun-tahun hanya dengan sebuah kartu ucapan ‘kasih sayang’ yang dikirimkan sekali setahun,” tulisnya. “Tidak ada yang bisa memberikan yang lebih baik dari hal itu.”
gambar bapa surgawi
Saya sangat berterima kasih kepada ibu, karena saya telah menuai buahnya selama bertahun-tahun setelahnya. Kliping koran di dalam kotak mengingatkan tentang sukacita yang kami rasakan saat saya dan Claudia menekan bel pintu rumah para tetangga di sore hari yang dingin saat itu. Saya ingat semua senyum di wajah dari orang-orang yang kami sapa dan ucapan berpisah yang mengalun seperti bunyi genta di udara yang beku saat kami meninggalkan mereka yang masih mematung berdiri di depan pintu, bahagia diliputi rasa haru.

Beberapa tahun lalu, saya mengirimkan fotocopy dari artikel Pak Morgan ke Claudia. Saya mengikuti contoh Pak Morgan untuk menulis sebuah pesan pribadi di sebuah kartu, memberitahu Claudia betapa persahabatan saat kecil sangat berarti bagi saya, dan bagaimana ingatan tentang tahun-tahun yang penuh kegembiraan dan kasih itu senantiasa muncul kembali.

Gaung dari peristiwa di sore itu terus menabuh bunyi lonceng kebenaran selama bertahun-tahun setelahnya, seperti bel pintu yang kami nyalakan ketika masih anak-anak di sore yang dingin bulan Desember.

klik disini untuk lebih jelas

Posted by: bersemi3456 | January 1, 2008

MANUSIA BUTUTH SENTUHAN TUHAN

Manusia butuh sentuhan, seorang yang jarang mendapatkan sentuhan, ada sesuatu yang hilang dalam bagian hidupnya. Seorang bayi tidak hanya memerlukan susu, tetapi juga memerlukan gendongan, sentuhan dan pelukan kasih-sayang. Sepasang kekasih sangat menikmati sentuhan tangan ketika bergandengan, seorang anak merasa aman ketika berjalan sambil menggandeng tangan orang-orang terdekatnya. Perjumpaan antara 2 orang sahabat yang lama berpisah kedua-nya akan secara spontan berjabat-tangan dengan erat, atau berpelukan saat bertemu.

klik disini

Posted by: bersemi3456 | January 1, 2008

hal terindah dalam hidup

Hal terindah dalam hidup ini adalah disaat kita bahagia. Banyak hal yang bisa membuat seseorang itu merasa bahagia, apakah itu karena kenaikan gaji, promosi, atau berkat-berkat lain yang bisa membuat seseorang itu tersenyum dan tertawa. Tapi banyak hal pula yang bisa membuat seseorang itu sedih. Mungkin dikarenakan ditinggal oleh orang terkasih, mengalami kecelakaan, diPHK dan banyak lagi segudang masalah yang bisa membuat seseorang itu murung dan menangis. Itulah hidup, yang harus dijalani oleh setiap umat manusia. Seberat apapun permasalahan yang ia hadapi, tetap harus terus dijalani karena hidup tidak berhenti hanya karena sebuah masalah.

priest.jpg

 

Jika kita amati, dewasa ini banyak orang yang menderita. Apakah itu karena tingginya tingkat kebutuhan hidup secara materi, apakah itu karena adanya isu dan sejumlah permasalahan di Negara saat ini ataukah permasalahan intern dalam masyarakat dan keluarga. Memang masalah tidak akan pernah luput dari kehidupan kita, ia akan selalu ada, berjalan beriiringan dan selalu mengusik ketenangan hidup kita. Pasalnya sekarang, apakah kita bisa menghadapi tiap hal yang mengusik ketentraman hidup kita ini? Tidak setiap orang mampu bertahan dalam setiap masalah yang ia gumuli. Seseorang yang ingin cepat kaya, rela mengambil jalan pintas dengan cara korupsi. Suami yang tidak bekerja, dengan mudah mencuri demi untuk menghidupi keluarganya. Sebuah keluarga harus tinggal terpisah hanya karena masalah ekonomi yang mereka hadapi. Seorang lulusan smu mengorbankan dirinya jatuh dalam “dunia gelap” hanya karena ingin sekedar mendapatkan rupiah. Apakah ini sebenarnya hidup yang merupakan anugerah besar dari Sang Khalik?

373402052_33618ca3a2.jpg

Apakah hal-hal demikian dianggap sebagai sebuah kehidupan umat manusia masa kini? Disadari atau tidak emang inilah fakta yang kalau kita perhatikan banyak sekali terjadi dalam masyarakat kita. Begitu banyak manusia di luar sana yang harus menjalani hidup sangat memprihatinkan. Sebagai contoh, keluarga yang harus hidup terpisah. Mereka tidak lagi bisa merasakan kehangatan kumpul bersama keluarga. Anak merindukan perhatian dan cinta kasih orang tua nya yang selama masih bersama dapat ia rasakan setiap waktu, sang istri/suami tidak bisa lagi saling memperhatikan dan berbagi cerita setiap saat. Karena jarak yang terlalu jauh memisahkan mereka. Terkadang sempat terbersit, “sampai kapan kita harus seperti ini? Tidah kah kau ingin melihat anak-anak ini tumbuh?” tidak jarang para istri mengeluh demikian. Dan tidak sedikit pula suami-suami yang berbisik “aku ingin berada didekat anak dan istriku”

Adapula anak yang harus berjauhan dari orang tua karena ingin mengejar cita-cita. Dia sanggup melakukan apasaja asalkan keinginan untuk melanjutkan sekolah terwujud. Dilemma anak-anak jalanan yang harus bekerja siang dan malam,dari menjual Koran, asongan, bahkan mengemis. Keberadaan mereka terkadang mengganggu tetapi ini juga suatu tuntuan hidup buat mereka. Diusia belia, mereka harus bekerja, bermandikan terik matahari dan dinginnya malam. Sepintas tersirat dibenak kita, dimanakah orang tua mereka? Mengapa begitu tega membiarkan anak-anak ini bertungkus lumus siang dan malam?

Apakah ini sudah menjadi jalan hidup mereka? Yah begitulah hidup. Kita dituntut untuk melakukannya, kita dipaksa untuk mengikuti alurnya. Bahkan mau tidak mau, jalan kehidupan itu memang sudah seharusnya dilalui. Tapi apakah kita hanya menyerah begitu saja pada hidup? Tidak adakah jalan lain yang dapat kita lakukan untuk mengubahnya? Tetapi adapula yang berkata” ini sudah takdir saya, jadi mau apalagi yah..harus dijalani”. Hidup manusia berasal dari Yang Maha Kuasa. Kita adalah milikNYA. Apapun yang IA ingin perbuat terhadap kita pasti akan DIA lakukan. Namun, sesungguhnya tidak ada yang buruk yang pernah DIA berikan pada kita,hanya yang terbaik dan selalu yang terbaik. Terkadang kita yang tidak pernah mengerti SANG PENCIPTA. Sebagi contoh, seorang karyawan pada sebuah perusahaan swasta katakanlah sebuah bank, sanggup menggelapkan uang perusahaan hanya karena alasan ingin menjadi orang terpandang dilingkungannya. Padahal semula ia hidup tenang bersama keluarganya disebuah rumah sederhana yang ia beli dari hasil usahanya yang halal. Hanya sekejap saja, buah perbuatan jahatnya dapat ia petik, selanjutnya sisa hidupnya ia habiskan dengan merenungi nasibnya di balik jeruji tahanan sambil bergumam” yah, sudah takdir saya masuk penjara

merry_christmas_by_dimant.jpg

 

Dari ilustrasi tersebut dapat dilihat bahwa SANG KUASA tidak pernah mengabaikan kita, DIA tahu mana yang terbaik untuk kita. Tapi tetap saja manusia ciptaanNYA menghujat DIA bila problema mendekat. Tidak adakah kata-kata manis yang seharusnya kita panjatkan kepadaNYA selain daripada hujatan dan caci maki atas setiap penderitaan yang kita alami, yang sudah jelas kitalah pelaku untuk setiap derita yang ada pada kita saat ini?

Maka jalanilah hidup ini dengan apa adanya, apa yang kita miliki yang merupakan pemberian dari Sang Pencipta. Tidak perlu terlalu mengejar hal yang sifatnya sementara, karena hanya sesaat kita menikmatinya. Materi yang kita miliki saat ini merupakan pinjaman dari Sang Pemberi. Untuk apa terlalu mencintai sesuatu yang tidak memiliki nilai keabadian yang absolute. Carilah kasih dan damai sejahtera dalam hidup, kelak apa pun yang kita perbuat akan senantiasa terberkati dan berkat itu pasti akan selalu tercurah tanpa kita minta. Sesuatu yang sudah Tuhan rencanakan akan terjadi untuk kita, kelak akan terlaksana. Tinggal lagi kita harus membekali diri dengan kesabaran ekstra untuk menunggu waktuNYA tiba. Kapan? Kita juga tidak tahu, tidak mampu untuk memprediksikannya. Tidak pula sanggup untuk mengetahui alur cerita yang telah DIA berikan buat kita. Lantas apa yang seharusnya kita lakukan. Apakah hanya menunggu dan menunggu tanpa berbuat sesuatu? Jawabnya tentu tidak. Ibarat seorang nelayan yang sedang melaut ditengah samudra lepas, mengharap kembali dengan perahu penuh ikan, namun tak kunjung melepaskan umpan dan kail. Bagaimana mungkin ikan-ikan lompat masuk ke dalam perahu sang nelayan kalau tidak ada usaha darinya untuk mengundang ikan-ikan itu masuk perahu. Seperti itu pula lah hidup kita, tanpa usaha apapun yang kita harapkan tidak mungkin akan terwujud. Tuhan menghendaki kita berusaha dalam setiap detik kehidupan kita. Berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, apakah itu pekerjaan, materi, atau seseorang yang kelak akan menjadi pasangan hidup kita atau apapun yang kita inginkan dalam hidup. Agar berbuah sempurna, usaha itu harus pula di iringi doa-doa kecil yang selalu kita panjatkan dalam setiap hembusan nafas yang kita tarik dan hirup. Tak lupa ucapkan syukur. Panjatkan rasa syukur kita pada Sang Pemberi Kehidupan. Katakan padaNYA bahwa sungguh suatu anugerah dan berkat yang begitu besar yang DIA berikan bagi kita setiap hari. Refleksikanlah diri kita setiap hari, pekalah terhadap sekelilingmu. Lihatlah mereka yang membutuhkan bantuan mu..apakah mereka yang membutuhkan perhatianmu, kasih sayang darimu ataupun sekedar bantuan materi dari mu. Berikanlah apa yang ada padamu pada sesamamu…ikhlaslah dan jangan biarkan hatimu menggerutu dengan pemberian mu itu. Namun, hal terbesar yang dapat kau berikan kepada sesamamu adalah Cinta Kasih. Itu mahal nilainya, tidak dapat dibeli dengan apapun. Perhatikanlah rekan-rekanmu, dan kasihilah mereka senantiasa. Selayaknya kau mengasihi dirimu. Karena tidak ada satu orangpun yang tidak butuh kasih. Kasih itu menyejukkan. Bila amarah ada padamu dikarenakan oleh perbuatan rekan atau pun saudaramu, sejukkanlah hati dan perasaanmu dengan kasih. Jadikanlah kasih penawar dari setiap kebimbangan dan kegalauan hatimu..karena Kasih sejati itu tidak datang dari manusia namun dari Sang Empunya kehidupan. Maka dari itulah, sebagaimana Tuhan mengasihimu, begitu pulalah hendaknya kau perbuat terhadap sesamamu.

klik disini untuk lebih jelas

Posted by: bersemi3456 | December 31, 2007

MY STORY

KELAPARAN SENTUHAN

Manusia butuh sentuhan, seorang yang jarang mendapatkan sentuhan, ada sesuatu yang hilang dalam bagian hidupnya. Seorang bayi tidak hanya memerlukan susu, tetapi juga memerlukan gendongan, sentuhan dan pelukan kasih-sayang. Sepasang kekasih sangat menikmati sentuhan tangan ketika bergandengan, seorang anak merasa aman ketika berjalan sambil menggandeng tangan orang-orang terdekatnya. Perjumpaan antara 2 orang sahabat yang lama berpisah kedua-nya akan secara spontan berjabat-tangan dengan erat, atau berpelukan saat bertemu. Sentuhan di punggung menandakan sebuah dukungan, sentuhan di pundak mengungkapkan tanda setuju, sentuhan di tangan mengungkapkan rasa kasih. Sentuhan tangan di kepala dapat berarti sebuah berkat dan kasih. Pelukan adalah gambaran sebuah lambang intimacy yang disebabkan oleh perasaan kasih-sayang. Sentuhan saat berjabat tangan dapat berarti banyak hal; keakraban, kesepakatan, dan sebagai alat interaksi antar sesama yang sederhana dan effektif.

klik disini

Posted by: bersemi3456 | December 31, 2007

Sigadis matematis dan sigadis logika

Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara berpikirnya mengandalkan LOGIKA (L) . Mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan….

M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya khawatir dia bermaksud jelek.

L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.

M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan.

L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih cepat.

M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich…..

L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat jalannya.

M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit…

L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang kekanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya.

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika (L ).

Gadis matematis ( M) tiba di rumah lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak berapa lama kemudian, Gadis Logika (L ) datang.

M : Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat. Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?

L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.

M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?

L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga mengejar saya.

M : Dan… dan..

L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang gelap…

M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?

L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya mengangkat rok saya..

M : Oh… Lalu apa yang dilakukan pria tadi?

L : Sesuai dengan logika… Dia menurunkan celananya…

Posted by: bersemi3456 | December 30, 2007

My music

Memang kalau Berbicara tentang music adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan karena Music sangat begitu bermanfaat bagi kehidupan manusia,contohnya diwaktu kita stres otomatis kita butuh penghiburan tetapi music itu terbagi dalam macam-macam jenis, musik-studio-mypan.jpggolongan dan bahkan antar suku.

Kalau pribadi saya tentang musik adalah :

Saya paling suka kalau musik itu slow,dan tidak begitu bomerang bagi pemuda

Berbicara tentang lirik lagunya :

saya paling suka jika lirik lagunya punya makna bagi kaum tua,muda yang penting lirik lagu tersebut mengundang motivasi pribadi kita untuk berbuat sesuatu tetapi mengarah yang positif contohnya IWAN FALLS Soalnya masih banyak lagi .

Posted by: bersemi3456 | December 30, 2007

ABOUT ME

 All my personal

Kalau berbicara mengenai pribadi seseorang adalah hal yang sangat mudah tetapi kadang menjengkelkan jika seorang itu terlalu menonjolkan pribadinya secara tidak pasti (tidak sesuai dengan apa yang dimilikinya )

Tetapi kalau saya is oke makanya  saya akan menerangkan pribadi saya dibawah ini

My name       :Lasman 766hi
Place/born    :Medan 15 April 1988

my hobby      :Reading,Listen the ceremony,and hunting

Live in            :West Jakarta

My Cultur      :Batakness

My religion     :Christen Protestan

My ambition   :The most important thing I succes in my life or Iwont to be priest

my age             : 19 years (nine ten years)

My motto        :The chance come only again

Categories